SipilStock
Diskusi Dokumen Katalog NSPK CAD Drawings BIM Objects Jurnal Artikel Store Chat Aplikasi Paket
/
Get free downloads Masuk
Post Upload
Sampul jurnal: Risk Analysis Of Musculoskeletal Disorders (MSDs) Of The Material Handling Process In Waste Processing Operators Using… PDF
G Auberta, AE Pramono

Risk Analysis Of Musculoskeletal Disorders (MSDs) Of The Material Handling Process In Waste Processing Operators Using The Rapid Whole Body Assessment Method

Businesses should never stop trying to include every employee in their operations and never skimp on safety precautions. One of the safety methods in the worker-centered approach implementation is the significance of ergonomics. Typically, material handling phases in production processes include physical labor that demands a lot of operator effort. Handling objects by hand raises the possibility of workplace mishaps, which can lead to musculoskeletal injuries. This study focuses on the different labor postures used for gathering, transferring, and positioning waste as well as the manual handling of waste items up to the shredding area. This study evaluates work postures that may result in symptoms of musculoskeletal diseases using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) technique. There are three steps in this process. Prior to lowering the waste bucket to the designated place, gather the trash first, then hoist and carry it till it reaches the mechanical area. Three grades 9, 2, and 6 were obtained from the analysis utilizing the REBA (Rapid Entire Body Assessment) approach. Based on these findings, the first stage has to be improved right away. Thus, in order to meet the improvement objective, we created a telescopic reach that enables employees to change the height a device that aids in bettering workers' posture while picking up trash. Perusahaan harus terus berupaya untuk melibatkan seluruh pekerja  dalam proses tersebut dan tidak mengabaikan strategi keselamatan. P

Lainnya | Oktober 2024
Sampul jurnal: Kajian Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Arsitektur Hotel Bintang Dan Hunian Vertikal Di Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta PDF
MA Kurniawan, C Meytasari

Kajian Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Arsitektur Hotel Bintang Dan Hunian Vertikal Di Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta

Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di sekitarnya mendapatkan banyak kritikan dari publik mengenai kebijakan yang telah mengakibatkan pengembangan besar-besaran hunian vertikal dalam bentuk hotel dan apartemen. Selain itu, keberadaan hunian vertikal juga dikhawatirkan akan berdampak pada perubahan budaya masyarakat. Kajian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana nilai-nilai kearifan lokal diterapkan pada hotel berbintang dan hunian vertikal di Kawasan Warisan Budaya Yogyakarta dan arahan apa dapat diperoleh agar hotel berbintang dan hunian vertikal dapat memasukkan nilai kearifan lokal di Yogyakarta. Kajian ini dilakukan dengan menggunakan metode transforming tradition. Prinsip utama metode ATUMICS adalah tentang pengaturan, kombinasi, integrasi, atau campuran unsur-unsur dasar tradisi dengan modernitas. Hasil analisis menemukan bahwa persentase kearifan lokal di hotel berbintang dan bangunan vertikal di malioboro 8%, Kraton 15%, Puro Pakualaman 10%, Kotagede 30% dan Kotabaru 5%. Rata-rata semua adalah 13,6%. Ini membuktikan bahwa nilai kearifan lokal di hotel berbintang dan hunian vertikal masih rendah (di bawah 50%). Sebagian besar hotel bintang dan hunian vertikal belum mengadopsi jenis arsitektur yang sesuai dengan daerahnya masing-masing. Hotel bintang dan bangunan vertikal masih menampilkan arsitektur modern dan masa kini sebagai arsitektur utama.

Perencanaan & Arsitektur | Mei 2019
Sampul jurnal: Geopolymer Concrete Using Fly Ash, Trass, Sidoarjo Mud Based Material PDF
JJ Ekaputri, Triwulan

Geopolymer Concrete Using Fly Ash, Trass, Sidoarjo Mud Based Material

This paper presents the results of investigation to assess the mechanical properties of geopolymer concrete made with fly ash as a base material. Previous study showed that the compressive strength of geopolymer concrete were dependent on pozzolanic materials used and the concentration of activator solution in the mixture. The effort to use Sidoarjo Mud and trass as an additive material in the mixture was investigated in this study to analyze the mechanical properties of the concrete. NaOH solution mixed with Na2SiO3 was used as the activator solution which varied from 8 M to 14 M. Ratio of Na2SiO3 to NaOH solution by mass were also varied from 0.5 to 2.5 Trass and Sidoarjo Mud were introduced as the filler and mixed with fly ash to replace the volume of fly ash. Compressive strength test of cylindrical specimens at 28 days, split strength test and porosity test were carried out comprehensively to compare the specimens from each composition. The results showed that the best concrete will be produced when denser NaOH solution was used. Ratio of Na2SiO3 to NaOH in the solution also plays an important role to improve the mechanical properties of concrete. The result of this study also shows that Sidoarjo Mud is a prospective material for making geopolymer concrete.

Material Konstruksi | April 2019
Sampul jurnal: Uji Konvergensi Mesh Model Elemen Hingga Struktur Mass Timber dengan Abaqus CAE PDF
IB Faveryan, MF Syahputra, TKR Sari, PA Tridayana

Uji Konvergensi Mesh Model Elemen Hingga Struktur Mass Timber dengan Abaqus CAE

Mass timber adalah alternatif yang dapat digunakan untuk pengganti beton dan baja karena sifat materialnya. Mass timberprefabrikasi adalah komponen kayu yang dibuat di pabrik. Hal ini memungkinkan mass timber dipasang langsung di lokasi proyektanpa memerlukan bekisting, pengecoran, atau pengawetan, yang biasanya diperlukan untuk material beton bertulang. Mass timbermembantu mengurangi emisi karbon dalam industri konstruksi yang umumnya dihasilkan oleh beton dan baja. Penelitian inidilakukan untuk mengetahui apakah model numerik yang dibuat sesuai dengan produk mesh ketika diamati. Penelitian ini diawalidengan mencari sifat produk dan ukuran mesh yang ideal, serta melakukan perbandingan antara nilai momen dan defleksi yangdiperoleh dari pemodelan numerik dengan data hasil eksperimen. Ukuran mesh yang dibandingkan pada model adalah 4mm, 5mm,6mm, 8mm, 10mm, 12mm, dan 15mm. Berdasarkan hasil uji konvergensi, nilai error untuk ukuran mesh 5 dan 4 masing-masingsebesar 3,206% dan 3,985%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ukuran mesh dalam kisaran ini sesuai dengan karakteristikstruktur aslinya. Namun demikian, seiring bertambahnya jumlah elemen atau berkurangnya ukuran mesh, waktu komputasi padaprogram juga meningkat. Perbedaan nilai error antara mesh 4 dan 5 hanya sebesar 0,779%, namun terdapat perbedaan waktukomputasi yang signifikan. Oleh karena itu, ukuran mesh yang dipilih adalah 5mm.

Struktur | Desember 2024
Sampul jurnal: Analisis Perencanaan Struktur Kantor Dppkad Kota Cirebon Menggunakan Struktur Beton SNI 2013 PDF
T Hidayat, Sumarman

Analisis Perencanaan Struktur Kantor Dppkad Kota Cirebon Menggunakan Struktur Beton SNI 2013

Merencanakan sebuah gedung bertingkat dibutuhkan suatu perencanaan yang baik dan aman. Terutama gedung kedinasan seperti kantor DPPKAD kota Cirebon, yang membutuhkan gedung tambahan guna memfasilitasi ruang kerja para pegawai yang yang diharapkan agar meningkatkan kinerja pegawai kantor DPPKAD. Pada analisis ini mengacu pada SNI 1727-2013, SNI - 2847- 2013, yang merupakan peratuaran terbaru. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisis gedung kantor DPPKAD kota Cirebon serta memberi gambaran pada area pembangunan. Dalam analisis ini menggunakan software SAP 2000 serta perhitungan manual.Hasil analisis menunjukan pada pelat lantai memakai tulangan D 10. Untuk balok portal menggunakan tulangan D 16, D 19 dan balok induk menggunakan tulangan D 16, dengan tulangan geser berjarak 150 dan 100 Pada perhitungan kolom memakai tulangan D 22 dengan tulangan geser berjarak 100mm dan 125mm.Setelah Dilakukan pembangunan gedung tambahan, Ruang kerja untuk para pegawai DPPKAD sudah tercukupi, dengan harapan agar kinerja pegawai makin ditingkatkan.

Struktur | Juli 2020
Sampul jurnal: Perbandingan Estimasi Biaya Struktur Bangunan Antara Software Autodesk Revit Dengan Cubicost PDF
A Herzanita, RP Anggraini

Perbandingan Estimasi Biaya Struktur Bangunan Antara Software Autodesk Revit Dengan Cubicost

Software Building Information Modelling (BIM) yang biasa digunakan di Indonesia untuk menghitung estimasi biaya antara lain Autodesk Revit dan Cubicost . Studi sebelumnya telah menunjukkan perbedaan yang signifikan ketika membandingkan perkiraan biaya pekerjaan struktural di Autodesk Revit dengan metode konvensional. Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut untuk membandingkan perangkat lunak Autodesk Re vit dengan Cubicost pada proyek yang sama dengan tujuan mengetahui estimasi biaya pekerjaan struktur. Objek pada penelitian ini adalah proyek pembangunan Apartemen Urban Homes Residential dengan pekerjaan yang ditinjau yaitu pekerjaan struktur atas. Strate gi penelitian yang dipilih sesuai dengan tujuan penelitian ini adalah studi kasus dengan proses penelitian dimulai dengan penyusunan WBS (work breakdown structure), permodelan BIM 3D, perhitungan estimasi biaya pekerjaan struktur dari quantity takeoff yang dihasilkan menggunakan analisa harga satuan pekerjaan dan menganalisa perbandingan estimasi biaya antara software BIM Cubicost dan Revit. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, estimasi biaya struktur bangunan menggunakan Cubicost adalah sebesar Rp 80,485,995,692, - dan memiliki selisih sebesar ±13,1% dibandingkan dengan menggunakan Revit.

Manajemen Konstruksi | April 2023
Sampul jurnal: Rekonstruksi Konsep Bela Negara Dalam Ancaman Non-Militer: Perspektif Dynamic Governance PDF
DO Pusparini, MS Suryaningrum

Rekonstruksi Konsep Bela Negara Dalam Ancaman Non-Militer: Perspektif Dynamic Governance

Ancaman non-militer seperti serangan siber, disinformasi, krisis sosial-ekonomi, pandemi, dan bencana alam semakin kompleks, adaptif, dan berdampak sistemik terhadap stabilitas Nasional. Data empiris di Indonesia menegaskan urgensi ancaman ini. Fakta menunjukkan bahwa ancaman non-militer bersifat lintas sektor dan tidak dapat diatasi dengan pendekatan pertahanan tradisional semata. Konsep bela negara di Indonesia masih cenderung normatif dan legalistik, menekankan kewajiban konstitusional warga negara tanpa membangun kapasitas adaptif kolektif. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep bela negara melalui pendekatan dynamic governance, yang menekankan thinking ahead, thinking again, dan thinking across. Hasil kajian menunjukkan bahwa bela negara perlu dimaknai sebagai kapasitas adaptif kolektif yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, ketahanan infrastruktur, serta peran strategis TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Rekonstruksi ini menempatkan bela negara bukan hanya sebagai kewajiban normatif, tetapi sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan nasional terhadap ancaman non-militer. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan kebijakan pertahanan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Pertahanan & Militer | Januari 2026
Sampul jurnal: Peran Teknik Sipil Pertahanan Dalam Memperkuat Ketahanan Nasional PDF
Y Fathurahman

Peran Teknik Sipil Pertahanan Dalam Memperkuat Ketahanan Nasional

Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamis suatu bangsa yang mencerminkan keuletan dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG), baik yang bersifat militer maupun nonmiliter. Salah satu pilar penting dalam mendukung ketahanan nasional adalah infrastruktur pertahanan yang andal, aman, dan berkelanjutan. Teknik sipil pertahanan berperan strategis dalam perencanaan, perancangan, pembangunan, pengoperasian, dan pemeliharaan infrastruktur tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi teknik sipil pertahanan terhadap ketahanan nasional Indonesia melalui pendekatan konseptual dan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip teknik sipil pertahanan—seperti ketahanan struktur, redundansi sistem, adaptasi terhadap bencana, serta integrasi teknologi modern—berperan signifikan dalam meningkatkan kesiapsiagaan nasional dan daya tangkal negara.

Pertahanan & Militer | Januari 2026
Sampul jurnal: Kerawanan Bencana Alam Sebagai Ancaman Nirmiliter Studi Penataan Infrastruktur Rawan Bencana di Kabupaten Magelang PDF
A WSP, F DM, Tarigan

Kerawanan Bencana Alam Sebagai Ancaman Nirmiliter Studi Penataan Infrastruktur Rawan Bencana di Kabupaten Magelang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerawanan bencana alam di Kabupaten Magelang serta memvisualisasikannya dalam bentuk model peta tiga dimensi (3D) berbasis topografi. Kabupaten Magelang merupakan wilayah yang memiliki karakteristik geologi dan geomorfologi kompleks berpotensi menimbulkan bencana erupsi gunung api, lahar, longsor, banjir, dan gempa bumi. Metode penelitian menggunakan pendekatan spasial dengan pengolahan data topografi, tata guna lahan, dan zonasi risiko bencana yang diintegrasikan ke dalam model visual 3D. Model peta 3D yang dihasilkan menampilkan elevasi wilayah secara realistis serta overlay zona kerawanan bencana berdasarkan tingkat risiko rendah, sedang, dan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visualisasi 3D mampu meningkatkan pemahaman spasial terhadap potensi ancaman bencana dibandingkan peta dua dimensi konvensional, sehingga lebih efektif sebagai alat pendukung perencanaan mitigasi, penataan infrastruktur, dan pengambilan keputusan strategis. Dalam konteks Teknik Sipil Pertahanan, model ini berperan sebagai media analisis untuk perencanaan infrastruktur rawan bencana, dukungan operasi militer selain perang (OMSP), serta penguatan ketahanan wilayah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan institusi pendidikan militer dalam upaya pengurangan risiko bencana dan peningkatan kesiapsiagaan wilayah.

Pertahanan & Militer | Januari 2026
Sampul jurnal: Desain Struktur Bangunan Tahan Terhadap Serangan Senjata CBR (Chemical, Biological, Radiological) PDF
A Yani

Desain Struktur Bangunan Tahan Terhadap Serangan Senjata CBR (Chemical, Biological, Radiological)

Ancaman senjata pemusnah massal berbasis Chemical, Biological, dan Radiological (CBR) telah menjadi isu strategis global yang memengaruhi kebijakan pertahanan dan perlindungan infrastruktur vital. Dalam menghadapi kemungkinan serangan CBR, diperlukan suatu sistem perlindungan pasif yang efektif, khususnya dalam bentuk struktur bangunan yang mampu menahan dan meminimalkan dampak dari infiltrasi agen berbahaya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsepsi struktur bangunan tahan CBR yang mengintegrasikan aspek arsitektural, sistem ventilasi dan filtrasi, material bangunan, serta teknologi deteksi dan dekontaminasi. Pendekatan dilakukan melalui studi literatur standar internasional (NATO ATP-45, WHO Guidelines, FM 3-11), simulasi konseptual desain shelter, dan studi kasus penerapan pada fasilitas militer dan rumah sakit lapangan. Hasilnya menunjukkan bahwa struktur bangunan tahan CBR harus memenuhi prinsip desain berlapis (zoning), sistem udara tertutup dengan tekanan positif, material anti-kontaminasi, serta sistem dekontaminasi aktif. Simulasi skematik dan alur operasional shelter CBR menunjukkan efektivitas perlindungan jika dirancang dengan benar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa konsepsi struktur bangunan tahan CBR sangat penting untuk dikembangkan di Indonesia, terutama pada fasilitas strategis. Diperlukan dukungan kebijakan, regulasi teknis, serta pelatihan operasional untuk mewujudkan bangunan yang adaptif terhadap ancaman non-konvensional masa

Struktur | Januari 2026
Sampul jurnal: Analisis Arsitektur Pertahanan pada Bangunan Graha Utama Akademi Militer PDF
A Prapsetyo, K Lestari

Analisis Arsitektur Pertahanan pada Bangunan Graha Utama Akademi Militer

Bangunan Graha Utama Akademi Militer (Akmil) Magelang yang diresmikan pada 29 Januari 2024 merupakan wujud nyata evolusi arsitektur pertahanan Indonesia dari tipologi defensif kolonial menuju arsitektur humanis modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi antara aspek teknis militer, filosofi pertahanan, dan nilai humanisme dalam desain Graha Utama. Metode kualitatif digunakan melalui analisis dokumen teknis, observasi visual, studi literatur, dan wawancara tidak langsung dengan pihak pelaksana proyek. Hasil menunjukkan bahwa Graha Utama menggabungkan struktur baja WF dengan grid kolom 8 meter untuk menciptakan ruang seremonial terbuka yang fleksibel, sekaligus mempertahankan hierarki fungsional melalui elevasi vertikal (LT.1: publik, LT.2: semi-publik, LT.3: privat). Material seperti kayu ulin dan granit dipilih tidak hanya untuk ketahanan iklim tropis, tetapi juga untuk menyampaikan identitas nasional dan kenyamanan psikologis. Secara filosofis, bangunan ini mencerminkan pergeseran dari “benteng pemisah” menjadi “ruang diplomasi” yang memfasilitasi kerja sama pertahanan internasional. Penelitian ini menegaskan bahwa arsitektur militer kontemporer harus menyeimbangkan rigoritas teknis, simbolisme institusional, dan kebutuhan manusia sebagai penghuni—suatu paradigma yang relevan untuk pengembangan infrastruktur pertahanan masa depan di Indonesia.

Pertahanan & Militer | Januari 2026
Koleksi

Kumpulan Jurnal Teknik Sipil

Publikasi ilmiah memiliki peran penting dalam mengembangkan dan menyebarkan pengetahuan di berbagai bidang, salah satunya bidang teknik sipil. Melalui jurnal, hasil penelitian dan temuan teknis dari berbagai proyek di lapangan dapat terdokumentasi secara sistematis, sehingga dapat menjadi sumber rujukan bagi pengembangan keilmuan teknik sipil serta praktik konstruksi di lapangan.

24 institusi, 3937 jurnal
© 2026 SipilStock. All rights reserved.
Terms Privacy Contact License