SipilStock
Diskusi Dokumen Katalog NSPK CAD Drawings BIM Objects Jurnal Artikel Store Chat Aplikasi Paket
/
Get free downloads Masuk
Post Upload
  1. Home
  2. Jurnal
  3. Kajian Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Arsitektur Hotel Bintang Dan Hunian Vertikal Di Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta
Sampul jurnal: Kajian Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Arsitektur Hotel Bintang Dan Hunian Vertikal Di Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta
Perencanaan & Arsitektur|Mei 2019

Kajian Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Arsitektur Hotel Bintang Dan Hunian Vertikal Di Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta

Muhammad Arief Kurniawan, Chyntyaningtyas Meytasari

DOI: 10.21831/inersia.v15i1.24863

Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di sekitarnya mendapatkan banyak kritikan dari publik mengenai kebijakan yang telah mengakibatkan pengembangan besar-besaran hunian vertikal dalam bentuk hotel dan apartemen. Selain itu, keberadaan hunian vertikal juga dikhawatirkan akan berdampak pada perubahan budaya masyarakat. Kajian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana nilai-nilai kearifan lokal diterapkan pada hotel berbintang dan hunian vertikal di Kawasan Warisan Budaya Yogyakarta dan arahan apa dapat diperoleh agar hotel berbintang dan hunian vertikal dapat memasukkan nilai kearifan lokal di Yogyakarta. Kajian ini dilakukan dengan menggunakan metode transforming tradition. Prinsip utama metode ATUMICS adalah tentang pengaturan, kombinasi, integrasi, atau campuran unsur-unsur dasar tradisi dengan modernitas. Hasil analisis menemukan bahwa persentase kearifan lokal di hotel berbintang dan bangunan vertikal di malioboro 8%, Kraton 15%, Puro Pakualaman 10%, Kotagede 30% dan Kotabaru 5%. Rata-rata semua adalah 13,6%. Ini membuktikan bahwa nilai kearifan lokal di hotel berbintang dan hunian vertikal masih rendah (di bawah 50%). Sebagian besar hotel bintang dan hunian vertikal belum mengadopsi jenis arsitektur yang sesuai dengan daerahnya masing-masing. Hotel bintang dan bangunan vertikal masih menampilkan arsitektur modern dan masa kini sebagai arsitektur utama.

Download Source

Jurnal terkait

  • PDF Lainnya | Oktober 2024Risk Analysis Of Musculoskeletal Disorders (MSDs) Of The Material Handling Process In Waste Processing Operators Using The Rapid Whole Body Assessment Method
  • PDF Manajemen Konstruksi | April 2023Perbandingan Estimasi Biaya Struktur Bangunan Antara Software Autodesk Revit Dengan Cubicost
  • PDF Struktur | Desember 2024Uji Konvergensi Mesh Model Elemen Hingga Struktur Mass Timber dengan Abaqus CAE
  • PDF Struktur | Januari 2026Desain Struktur Bangunan Tahan Terhadap Serangan Senjata CBR (Chemical, Biological, Radiological)
  • PDF Pertahanan & Militer | Januari 2026Kerawanan Bencana Alam Sebagai Ancaman Nirmiliter Studi Penataan Infrastruktur Rawan Bencana di Kabupaten Magelang
© 2026 SipilStock. All rights reserved.
Terms Privacy Contact License

Journal Information

Perencanaan & Arsitektur|Mei 2019

Kajian Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Arsitektur Hotel Bintang Dan Hunian Vertikal Di Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta

Muhammad Arief Kurniawan, Chyntyaningtyas Meytasari

DOI: 10.21831/inersia.v15i1.24863

Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) di sekitarnya mendapatkan banyak kritikan dari publik mengenai kebijakan yang telah mengakibatkan pengembangan besar-besaran hunian vertikal dalam bentuk hotel dan apartemen. Selain itu, keberadaan hunian vertikal juga dikhawatirkan akan berdampak pada perubahan budaya masyarakat. Kajian ini bertujuan untuk menguji sejauh mana nilai-nilai kearifan lokal diterapkan pada hotel berbintang dan hunian vertikal di Kawasan Warisan Budaya Yogyakarta dan arahan apa dapat diperoleh agar hotel berbintang dan hunian vertikal dapat memasukkan nilai kearifan lokal di Yogyakarta. Kajian ini dilakukan dengan menggunakan metode transforming tradition. Prinsip utama metode ATUMICS adalah tentang pengaturan, kombinasi, integrasi, atau campuran unsur-unsur dasar tradisi dengan modernitas. Hasil analisis menemukan bahwa persentase kearifan lokal di hotel berbintang dan bangunan vertikal di malioboro 8%, Kraton 15%, Puro Pakualaman 10%, Kotagede 30% dan Kotabaru 5%. Rata-rata semua adalah 13,6%. Ini membuktikan bahwa nilai kearifan lokal di hotel berbintang dan hunian vertikal masih rendah (di bawah 50%). Sebagian besar hotel bintang dan hunian vertikal belum mengadopsi jenis arsitektur yang sesuai dengan daerahnya masing-masing. Hotel bintang dan bangunan vertikal masih menampilkan arsitektur modern dan masa kini sebagai arsitektur utama.

License

CC BY 4.0

Format

PDF

Cite

APA

Kurniawan, M. A., & Meytasari, C. (2019). Kajian Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Arsitektur Hotel Bintang Dan Hunian Vertikal Di Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta. Inersia: Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur, 15(1), 54-61. https://doi.org/10.21831/inersia.v15i1.24863

IEEE

M. A. Kurniawan and C. Meytasari, "Kajian Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Arsitektur Hotel Bintang Dan Hunian Vertikal Di Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta," Inersia: Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur, vol. 15, no. 1, pp. 54-61, 2019. doi: 10.21831/inersia.v15i1.24863.