
Rekonstruksi Konsep Bela Negara Dalam Ancaman Non-Militer: Perspektif Dynamic Governance
Dewi Okta Pusparini, Madya Sari Suryaningrum
Ancaman non-militer seperti serangan siber, disinformasi, krisis sosial-ekonomi, pandemi, dan bencana alam semakin kompleks, adaptif, dan berdampak sistemik terhadap stabilitas Nasional. Data empiris di Indonesia menegaskan urgensi ancaman ini. Fakta menunjukkan bahwa ancaman non-militer bersifat lintas sektor dan tidak dapat diatasi dengan pendekatan pertahanan tradisional semata. Konsep bela negara di Indonesia masih cenderung normatif dan legalistik, menekankan kewajiban konstitusional warga negara tanpa membangun kapasitas adaptif kolektif. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep bela negara melalui pendekatan dynamic governance, yang menekankan thinking ahead, thinking again, dan thinking across. Hasil kajian menunjukkan bahwa bela negara perlu dimaknai sebagai kapasitas adaptif kolektif yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, ketahanan infrastruktur, serta peran strategis TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Rekonstruksi ini menempatkan bela negara bukan hanya sebagai kewajiban normatif, tetapi sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan nasional terhadap ancaman non-militer. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan kebijakan pertahanan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Jurnal terkait
-
PDF
Struktur | Juli 2020Analisis Perencanaan Struktur Kantor Dppkad Kota Cirebon Menggunakan Struktur Beton SNI 2013
-
PDF
Pertahanan & Militer | Januari 2026Analisis Arsitektur Pertahanan pada Bangunan Graha Utama Akademi Militer
-
PDF
Perencanaan & Arsitektur | Mei 2019Kajian Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Arsitektur Hotel Bintang Dan Hunian Vertikal Di Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta
-
PDF
Manajemen Konstruksi | April 2023Perbandingan Estimasi Biaya Struktur Bangunan Antara Software Autodesk Revit Dengan Cubicost
-
PDF
Material Konstruksi | April 2019Geopolymer Concrete Using Fly Ash, Trass, Sidoarjo Mud Based Material
Journal Information
Rekonstruksi Konsep Bela Negara Dalam Ancaman Non-Militer: Perspektif Dynamic Governance
Dewi Okta Pusparini, Madya Sari Suryaningrum
Ancaman non-militer seperti serangan siber, disinformasi, krisis sosial-ekonomi, pandemi, dan bencana alam semakin kompleks, adaptif, dan berdampak sistemik terhadap stabilitas Nasional. Data empiris di Indonesia menegaskan urgensi ancaman ini. Fakta menunjukkan bahwa ancaman non-militer bersifat lintas sektor dan tidak dapat diatasi dengan pendekatan pertahanan tradisional semata. Konsep bela negara di Indonesia masih cenderung normatif dan legalistik, menekankan kewajiban konstitusional warga negara tanpa membangun kapasitas adaptif kolektif. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep bela negara melalui pendekatan dynamic governance, yang menekankan thinking ahead, thinking again, dan thinking across. Hasil kajian menunjukkan bahwa bela negara perlu dimaknai sebagai kapasitas adaptif kolektif yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, ketahanan infrastruktur, serta peran strategis TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Rekonstruksi ini menempatkan bela negara bukan hanya sebagai kewajiban normatif, tetapi sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan nasional terhadap ancaman non-militer. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan kebijakan pertahanan yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
License
Format
Cite
Pusparini, D. O., & Suryaningrum, M. S. (2026). Rekonstruksi Konsep Bela Negara Dalam Ancaman Non-Militer: Perspektif Dynamic Governance. Jurnal Teknik Sipil Pertahanan, 13(1), 37-44. https://doi.org/10.63824/jptsp.v13i1.418
D. O. Pusparini and M. S. Suryaningrum, "Rekonstruksi Konsep Bela Negara Dalam Ancaman Non-Militer: Perspektif Dynamic Governance," Jurnal Teknik Sipil Pertahanan, vol. 13, no. 1, pp. 37-44, 2026. doi: 10.63824/jptsp.v13i1.418.